Senin, 07 Januari 2013

METODE ILMIAH, SIKAP ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL METODE ILMIAH


METODE ILMIAH, SIKAP ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH
OPERASIONAL METODE ILMIAH
I. PENDAHULUAN
Ilmu alamiah dasar merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang pola pikir manusia mulai dari sejarah perkembangan awal hingga pemikiran-pemikiran yang serba maju mulai dari penelitian-penelitian yang masih menggunakan metode-metode zaman dulu hingga menggunakan metode-metode yang sudah canggih.
Dalam cabang ilmu alamiah dasar terdapat cabang ilmu yang mempelajari tentang metode-metode atau cara-cara mengetahui penelitian yaitu metode ilmiah atau sikap ilmiah yang didalamnya terdapat metode-metode atau cara-cara penelitian atau sistematika penelitian.
II. PEMBAHASAN
A.    Metode Ilmiah
Pada uraian dimuka kita telah mengetahui adanya perkembangan pola pikir
manusia dimulai dari zaman Babylonia (kurang lebih 650 SM) dimana orang percaya pada mitos, ramalan nasib berdasarkan perbintangan. Bahkan percaya adanya banyak dewa, ada dewa angin, dewa matahari, dewa petir dan dewa-dewa lainnya. Pengetahuan itu mereka peroleh dengan berbagai cara , antara lain :
  1. Prasangka
Yaitu suatu anggapan benar padahal baru merupakan kemungkinan benar ataukah salah
  1. Intuisi
Yaitu Pendapat seseorang yang diangkat dari perbendaharaan pengetahuannya terdahulu
  1. Trial dan Error
Yaitu metode coba-coba atau untung-untungan.[1]
Pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut diatas termasuk pada golongan pengetahuan yang tidak ilmiah. Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah bila pengetahuan memenuhi empat syarat, yaitu :
1.      Objektif  ( Kesesuaian dibuktikan dengan hasil pengindraan )
2.      Metodik ( Memperoleh pengetahuan dengan cara tertentu dan terkontrol )
3.      Sistematik (Pengetahuan ilmiah tersusun dalam suatu sistem )
4.      Berlaku umum (Pengetahuan tidak hanya berlaku atau diamati oleh satu orang, tapi semua orang berhak melakukan eksperiment )[2]
Ditinjau dari sejarah cara berfikir manusia pada dasarnya terdapat dua
cara pokok untuk memperoleh pengetahuan yang benar yaitu :
1.      Cara yang didasarkan pada rasio, paham yang dikembangkan dikenal
dengan rasionalisme, dan
2.      Cara yang didasarkan pada pengalaman, paham yang dikembangkan 
disebut empirisme
Jadi metode ilmiah merupakan bagian yang paling penting dalam mempelajari ilmiah alamiah.[3]

Metode Ilmiah John Dewey
John dewey seorang filosofi berkebangsaan Amaerika. Menurutnya cara-cara non ilmiah (unscientific) membuat manusia tidak merasa puas sehingga mereka menggunakan cara berfikir deduktif atau induktif. Kemudian orang mulai memadukan cara berfikir deduktif dan induktif, dimana perpaduan ini disebut dengan berfikir reflektif (reflective thingking). Metode ini diperkenalkan oleh John Dewey antara lain :
a.       The Felt Need (adanya suatu kebutuhan)
b.      The Problem (adanya suatu masalah)
c.       The hypothesis (menyusun hipotesis)
d.      Collection of Data as Avidance (merekam data untuk pembuktian)
e.       Concluding Belief (kesimpulan yang diyakini kebenarannya)
f.       General Value of the Conclusion (memformulasikan kesimpulan umum)

  1. Sikap Ilmiah
Salah satu aspek tujuan dalam mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan
sikap ilmiah. Orang yang berkecimpung dalam ilmu alamiah akan terbentuk sikap alamiah yang antara lain adalah :
  1. Jujur ( Wjaib melaporkan hasil pengamatan secara objektif )
  2. Terbuka ( Terbuka menerima pendapat orang lain )
  3. Toleran ( Tidak akan memaksakan pendapatnya kepada orang lain )
  4. Skeptis ( Tidak akan menerima suatu kesimpulan tanpa didukung bukti kuat )
  5. Optimis ( Berpengharapan baik )
  6. Pemberani ( Berani melawan hal-hal yang akan menghambat kemajuan )
  7. Kreatif ( mampu menghasilkan trobosan dan kreasi demi kemajuan )[4]
Ada juga sifat ilmu pengetahuan dan metode ilmiah:
  1. Logis/masuk akal, yaitu sesuai dengan logika/aturan berfikir yang ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
  2. Obyektif, yaitu ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka/pertimbangan nilai pribadi.
  3. Sistematis, yaitu adanya konsistensi dan keteraturan internal
  4. Andal, yaitu dapat diuji kembali secara terbuka menurut persyaratan yang ditentukan dengan hasil yang dapat diandalkan.
  5. Dirancang, yaitu ilmu pengetahuan tidak berkembang dengan sendirinya
  6. Akumulatif, yaitu ilmu pengetahuan merupakan himpunan fakta, teoritis, hukum, dll. yang berkumpul sedikit demi sedikit

C. Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
Salah satu syarat ilmu pengetahuan ialah bahwa materi pengetahuan itu harus diperoleh melalui metode ilmiah. Langkah-langkah dalam menerapkan metode ini tidak harus selalu berurutan, langkah demi langkah, seperti yang tercantum berikut ini. yang penting ialah pemecahan masalah untuk mendapatkan kesimpulan umum (generalisasi) hanya berdasarkan atas data dan diuji dengan data, bukan oleh keinginan, prasangka, kepercayaan, atau pertimbangan lain.
Menurut Drs. Maskoeri Jasin langkah-langkah penerapan metode
ilmiah itu ada 3 (tiga), yaitu :
  1. Menentukan dan memberikan batasan kepada masalah
  2. Menentukan hipotesis atau rumusan pemecahan masalah yang bersifat sementara
  3. Menguji dan mengadakan verifikasi kesimpulan.

Adapun langkah-langkah operasional nya adalah sebagai berikut :
  1. Perumusan Masalah
Yang dimaksud dengan masalah disini adalah merupakan pertanyaan apa,
mengapa ataupun bagaimana tentang obyek yang diteliti.
  1. Penyusunan Hipotesis
Yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan.
  1. Pengujian Hipotesis
Yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlibatkan apakah fakta- fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
  1. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak.
Di dalam ilmu alamiah suatu kesimpulan bersifat sementara (tentatif), kesimpulan adalah sesuatu yang harus diajukan. Pengujian-pengujian seperti itu memerlukan data tambahan. Dengan demikian generalisasi baru akan diperoleh dan terjadilah proses yang berkesinambungan, secara terus menerus dan dengan demikian akan diperoleh kemajuan.
Bagaimana data diperoleh guna menguji terhadap generalisasi tersebut? Data (yaitu catatan observasi secara teliti) dapat diperoleh dengan observasi bebas (bare observation), yaitu observasi yang dilakukan dalam kondisi yang tidak terkendali (uncontrolled condition), dan kedua dengan observasi eksperimental (experimental observation) yaitu observasi yang dilakukan dalam kondisi terkendali (controlled condition)
Data yang diperoleh dianggap sah bila kedua observasi itu dapat diulangi oleh pengamat yang lain kecermatan yang lain. kecermatan dan kejujuran merupakan persyaratan bagi pencari kebenaran. Data yang diperoleh dari observasi tersebut dikumpulkan, dipilih, disusun, dan dikelompokkan dengan hasil bahwa keteraturan tertentu atau generalisasi menjadi tampak jelas. [5]
II. KESIMPULAN
• Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah bila memenuhi 4 syarat :
a. Metodik
b. Objektif
c. Sistematik
d. Berlaku Umum
• Dan jikalau ditinjau dari sejarah cara berfikir ada 2 metode untuk
memperoleh pengetahuan :
1. Cara yang didasarkan pada rasio
2. Cara yang didasarkan pada pengalaman
• Dan dalam metode ilmiah terdapat 3 langkah-
langkah operasional, yaitu :
a. Perumusan Masalah
b. Penyusunan Hipotesis
c. Pengujian Hipotesis
d. Penarikan kesimpulan




[1] Purnama Heri, Ilmu Alamiah Dasar,(Jakarta:PT Rineka Cipta, 2001), hal.110
[2] Drs. Margono, Ilmu Alamiah Dasar, UNS, Surakarta 1984. hal 71
[3]Purnama Heri, Op Cit, hal 112
[4]Ibid, hal. 115-119.
[5] Ibid, hal. 121-123

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar